Bayangkan sebuah Kampus yang memiliki usaha konveksi sendiri, atau memiliki lembaga pendanaan sendiri serupa bank untuk mendukung proyek-proyek penelitian atau sosial para mahasiswa, bisa juga usaha-usaha bidang jasa yang juga swakelola seperti jasa fotokopi, penerbitan, studio foto, percetakan, dan lain sebagainya, serta memiliki pasar modal untuk menjual surat-surat berharga dari badan usaha tersebut. Dan bayangkan bila semua industri intra kampus tersebut dikelola spenuhnya oleh mahasiswa namun tetap dibimbing oleh dosen-dosen mereka.
Kita mahasiswa tolol atau bukan ?
Dalam OPINI di April 2, 2012 pada 2:06 pmSemua manusia, tanpa terkecuali, harus mengabdikan diri sepenuhnya pada kegiatan sosial, harus memberdayakan apapun yang ia miliki untuk kepentingan saudara-saudaranya yang masih terjebak dalam lembah kemiskinan, karena bila tidak, kita tidak akan pernah layak disebut sebagai manusia.
Namaku K
Dalam CERPEN di Maret 29, 2012 pada 11:32 amNamaku ‘K’. Aku lahir dari ibu bermata dua, berhidung satu dengan dua lubangnya menganga ke bawah, bermulut satu yang kadang kudengar merintih-rintih di kamar dengan beberapa orang laki-laki, wajah ibuku seperti wanita Indonesia pada umumnya, rambut agak ikal dan selalu bersih setiap siang menjelang, selepas ibu mandi dan berdandan. Namun jangan kau tanya ketika baru bangun dari tidur lelapnya, rambut itu seperti rambut-rambut hantu yang sering kulihat tertempel di poster-poster film di bioskop murahan di kota.
